“Kindness in words creates confidence. Kindness in thinking creates profoundness. Kindness in giving creates love.” ― Lao Tzu

March 02, 2015

Itin Sebagai Pencatat Perjalanan Pengembara

            Itin, yang disingkat dari kata itinerary, diberi batasan sebagai rencana perjalanan yang dilakukan secara mendetail (terutama untuk mencatat daftar tempat yang akan dituju). Kata itinerary dapat dirujuk silang ke sastra perjalanan (travel literature) yang berisikan tulisan-tulisan tentang tempat asing yang pernah dikunjungi. Merencanakan sebuah itin, dalam persiapan perjalanan, merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan waktu lebih.
Dahulu, itinerary banyak dituliskan oleh penjelajah, pemimpin koloni, peziarah, dan juga tentara keliling. Jenis sastra perjalanan pun dapat menjadi bukti kebenaran sejarah seperti sejarah penemuan benua Amerika. Sastra perjalanan menjadi penting ketika ia menjadi bagian dari studi sastra, walaupun keberadaannya masih jauh berada di bawah prosa atau puisi. Itin juga dapat mencakup catatan ekspedisi, tulisan tentang alam, buku panduan, dan tulisan tentang kunjungan ke luar negeri. Buku harian seorang pengembara juga dapat dimasukkan ke dalam itin. Catatan ekspedisi pertama kali ditulis oleh James Boswell pada tahun 1786, tentang turnya ke Hebrida. Adapun Buku harian pengembara pertama kali dituliskan oleh Pausanias pada abad ke-2.
Pada masa kini, itin populer di kalangan travel blogger. Travel blogger adalah seseorang dengan hobi mengembara yang juga merangkap sebagai penulis blog. Itin yang dituliskan oleh travel blogger berisikan tentang perencanaan tempat-tempat yang akan dituju dan tips untuk bertahan hidup di tempat yang asing dikunjungi. Itin juga mempunyai cara penulisannya sendiri, sehingga dapat dibaca oleh orang yang ingin mengikuti jejak pengembaraan travel blogger. Proses perencanaan itinerary dimulai dengan menentukan waktu dan tempat perjalanan (biasanya terkait dengan penetapan penginapan), menuliskan daftar beberapa tempat yang disertakan dengan budget (dimulai dari tempat yang paling ingin dikunjungi), melihat rekomendasi tempat dari itin yang pernah dituliskan, memilah dan memilih tempat untuk dikunjungi berdasarkan rekomendasi itin lainnya.
Itin dapat digunakan untuk menuliskan rencana perjalanan dalam maupun luar negeri. Biasanya itin ditujukan untuk pengembara lainnya agar dapat meminimalisasi pengeluaran saat melakukan perjalanan. Salah satu travel blogger asal Indonesia, Whatever I’m Backpacker, telah mempublikasikan itin-nya di blog dengan judul “2,7 Juta Keliling 5 Negara di Asia Tenggara Selama 24 Hari!”. Itin tersebut memaparkan detail perjalanannya keliling Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam, lengkap dengan keterangan harga tiket dan bus. Pos tersebut mendapatkan balasan sebanyak 89 komentar dari pembaca yang ingin melalukan perjalanan menuju Asia Tenggara.
  • Amer-Yahia, Sihem, Cong Yu, Gautama Das, Senjuti Basu Roy. “Interactive Itinerary Planning”. Texas: University of Texas Arlington. Diakses dari http://web.eecs.umich.edu/~congy/work/icde11b.pdf.
  • http://www.whateverbackpacker.com/2012/03/27-juta-keliling-5-negara-di-asia.html
  • Hulme, Peter dan Tim Youngs. 2002. The Cambridge Companion to Travel Writing. Cambridge: Cambridge University Press. Diakses dari http://catdir.loc.gov/catdir/samples/cam033/2002023425.pdf.
  • Wispinski, Matthew. 1993. Re-Exploring Travel Literature: A Discourse-Centered Approach to the Text Type. Alberta: Simon Fraser University. Diakses dari summit.sfu.ca/system/files/iritems1/7379/b18765154.pdf.

No comments:

Post a Comment